NASEHAT UNTUK PARA SUAMI

52 Kiat Agar Suami Disayang Isteri

1.     Berhiaslah untuk Isteri anda sebagaimana anda senang apabila ia berhias untuk anda.

2.     Merayu Isteri dan mencandainya.

3.     Mempergaulinya dengan lemah lembut dan kasih sayang.

4.     Penuh kesenangannya untuk berbicara dan bercakap­cakap (bercengkerama).

5.     Panggillah Isteri dengan nama kesukaannya.

Lanjutkan membaca

Iklan

KANWIL JATIM GELAR RAKOR PERSIAPAN MQK III

Untuk menyukseskan pelaksanaan Lomba Musabaqoh Qiroatil Kutub (MQK)  III, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Pondok Pesantren (ponpes) Nurul Khodim Paiton Probolinggo, Rabu (9/3).
Kepala Hubungan Masyarakat Kanwil Kemenag Jatim Dr Fatkhul Arif dikonfirmasi, Rabu (9/3) mengatakan, Ponpes Nurul Khodim Paiton dipilih sebagai tempat rakor, karena tahun ini Kabupaten Probolinggo ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan lomba MQK. “Lomba MQK ini merupakan acara tahunan, setiap tahun tempatnya berubah di kabupaten/kota se Jatim,” katanya.
Dia mengatakan,  rakor kali ini untuk membahas persiapan apa saja yang telah dilakukan panitia pelaksana dan apa saja yang perlu disikapi secara bersama-sama. Ini karena, pelaksanaan MQK kurang satu bulan lagi. Selain itu, dalam rakor ini juga dibahas beberapa permasalahan teknis perlombaan.
Persoalan teknis yang dibahas meliputi, tempat pelaksanaan lomba. peserta, dan dewan juri. Syarat tempat pelaksanaan yang dibutuhkan panitia harus representative (memadai) mengingat peserta lomba berasal dari perwakilan (kafilah) seluruh kabupaten/kota dan ditambah official (pendamping,). Selain tempat pelaksanaan  juga dibahas mengenai penginapan para peserta dan official. Penginapan ini dibutuhkan karena lomba dilaksanakan selama sembilan hari terhitung mulai 9-13 Mei.
Peserta yang MQK III yang sudah mendaftar di panitia tahun ini berjumlah 2.318 peserta. Peserta yang mendaftar merupakan perwakilan dari kabupaten/kota yang telah menjalani proses audisi oleh masing-masing kabupaten/kota. Sehingga dalam pelaksanaan lomba, peserta akan menunjukkan kemampuan terbaiknya untuk mengharumkan nama daerahnya. “Persaingan begitu ketat, dan ini yang diantisipasi panitia, supaya tetap kondusif. Karena ini kompetisi antar daerah untuk keluar menjadi yang terbaik tingkat provinsi,“ ungkapnya.

Lanjutkan membaca

Kemenag Jatim Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur (Jatim) mengadakan lomba Musabaqoh Qiroatil Kutub (MQK) III di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Khodim Paiton, Probolinggo, 9-13 Mei mendatang. Kepala Humas Kanwil Kemenag Jatim, Fatkhul Arif mengatakan MQK adalah lomba membaca kitab kuning yang bertujuan mendorong kecintaan santri terhadap kitab rujukan berbahasa Arab dan menguji kemampuan santri dalam mengkaji agama Islam dari sumber kitab tersebut.

“Tujuan lainnya adalah menjalin silaturahim antarponpes di Jatim dan meningkatkan peran lembaga pendidikan tersebut dalam kader ulama dan tokoh masyarakat masa depan,” kata Fatkhul, Rabu (9/3).

Fatkhul menjelaskan, kitab kuning di kalangan masyarakat ponpes dijadikan acuan utama dalam menjalani hidup sehari-hari. Terutama yang menyangkut masalah hukum ibadah atau ritual, akhlak atau perilaku, dan muamalah atau hubungan sosial. Pasalnya perilaku para santri biasanya tercermin dari apa yang mereka baca.
Lanjutkan membaca

Kenaikan Gaji PNS Cair April 2011

Kabar baik buat para abdi negara. Pemerintah memastikan kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS), TNI/Polri, dan pensiunan akan cair mulai 1 April 2011.

Gaji PNS itu naik 15 persen terhitung dari Januari 2011. “Peraturan pemerintah (PP)-nya telah terbit, kemudian juga instruksi dari Dirjen Perbendaharaan,” ujar Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Agus Supriyanto, Selasa (22/3/2011). Ia menambahkan, PNS bisa mengajukan rapel kenaikan gaji mulai Januari. Hal ini juga berlaku bagi pensiunan.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011, pemerintah telah menganggarkan Rp 91,2 triliun untuk pembayaran gaji. Anggaran tersebut masuk dalam alokasi anggaran belanja pegawai di 2011 yang mencapai Rp 180,6 triliun atau 2,65 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Selain gaji PNS, pemerintah juga menyiapkan anggaran honorarium, tunjangan, dan uang lembur pegawai negara sejumlah Rp 28,1 triliun. Agus menjelaskan, sebenarnya kenaikan gaji PNS terjadi setiap tahun. Sejak tahun 2005 sampai tahun 2010, gaji PNS rata-rata naik 24,6 persen per tahun.
Lanjutkan membaca

TUGAS POKOK PENYULUH AGAMA ISLAM FUNGSIONAL

PEDOMAN KENAIKAN PANGKAT (DARI III/a – III/c)

1. Mengumpulkan data identifikasi potensi wilayah /kelompok sasaran

Kegiatannya menghimpun atau mengumpulkan data oleh penyuluh agama dengan menggunakan instrument pengumpulan data, formulir-formulir, blanko-blanko isian dan daftar pertanyaan yang berisi semua bahan berupa data/informasi tentang data potensi wilayah/kelompok yang berkaitan dengan data pembinaan kehidupan beragama dan pembangunan yang ada dalam suatu wilayah atau kelompok sasaran.

Kegiatan ini dilakukan minimal 1 tahun 6 kali atau setiap 2 bulan sekali data tersebut diperbaiki. Volume 6 kali per tahun apabila seorang penyuluh ditugaskan berdasarkan berdasarkan wilayah binaan, tetapi bila seorang penyuluh ditugaskan berdasarkan kelompok binaan maka volume pengumpulan data didasarkan atas jumlah kelompok binaan.

Lanjutkan membaca

Problem Penyuluhan Agama

Pengantar

Departemen Agama, khususnya Kanwil Depag DIY sebagai aparatur pemerintah memiliki posisi dan tugas menjadi fasilitator dalam membangun iklim keagamaan yang kondusif bagi perkembangan masyarakat yang dinamis, progresif, toleran dan damai di atas dasar nilai keagamaan dan kekayaan budaya yang berkeadaban (Sudijono: 2000). Untuk menjabarkan tugas itu, maka Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1 Tahun 2001 telah menggariskan fungsi Departemen Agama meliputi empat masalah pokok, yaitu : Pertama, memperlancar pelaksanaan pembangunan di bidang keagamaan. Kedua, membina dan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas serta administrasi departemen. Ketiga, melaksanakan penelitian dan pengembangan terapan pendidikan dan pelatihan tertentu dalam rangka mendukung kebijakan di bidang keagamaan. Keempat, melaksanakan pengawasan fungsional.

Dalam usaha mengimplementasikan fungsi di atas, maka penyuluhan agama Islam merupakan salah satu bentuk satuan kegiatan yang memiliki nilai strategis, khususnya dalam menjalankan fungsi memperlancar pelaksanaan pembangunan di bidang keagamaan. Kemudian, untuk menjalankan penyuluhan ini, pemerintah telah melakukan reposisi kedudukan dan fungsi penyuluh, berdasarkan Keputusan Presiden No. 87 Tahun 1999, yaitu yang menempatkan penyuluh Dalam Keppres itu disebutkan bahwa Rumpun Keagamaan adalah rumpun jabatan fungsional Pegawai Negeri Sipil yang tugasnya berkaitan dengan penelitian, peningkatan atau pengembangan konsep, teori, dan metode operasional serta pelaksanaan kegiatan teknis yang berhubungan dengan pembinaan rohani dan moral masyarakat sesuai dengan agama yang dianutnya. Keppres ini kemudian dijabarkan dalam Keputusan Bersama Meteri Agama dan Kepala Badan Kepegawaian Negara no: 574 tahun 1999 dan no: 178 Tahun 1999 tentang petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional Penyuluh Agama dan Angka Kreditnya.

Jadi, berdasarkan Keppres No: 87/1999 ini, berarti bahwa Penyuluh Agama Islam secara de-jure memiliki kedudukan yang sama dengan jabatan fungsional lainnya, seperti; peneliti, dosen/guru, widyaiswara, dokter, pengawas sekolah, akuntan, pustakawan, penyuluh KB, penyuluh pertanian dan sebagainya (Departemen Agama RI Sekretariat Jenderal Biro Kepegawaian: 1999).

Namun demikian, tidak dipungkiri bahwa secara de facto, Penyuluh Agama Islam yang menjadi pelaksana teknis program penyuluhan di masyarakat, sejauh ini masih dihadapkan pada sejumlah problem, sebagaimana sejumlah problem yang terjadi dalam program penyuluhan. Tulisan ini baru sebatas akan mengidentifikai problem penyuluhan dan sekilas melihat tantangan PAI ke depan.

Identifikasi Problem Penyuluhan

Reposisi penyuluh sampai sekarang telah berjalan lima tahun. Dalam proses perjalanan sebuah perbaikan, tentu waktu lima tahun ini bisa dibilang masih dalam tahap proses penataan stake holder penyuluhan. Tanpa menafikan usaha-usaha penataan kelembagaan dari berbagai stake holder yang ada, kita melihat ada empat persoalan utama yang masih dihadapi dalam implementasi penyuluhan, yaitu: permasalahan struktural, manajerial, sumber daya penyuluh dan kultural.

Lanjutkan membaca

STRATEGI PELAKSANAAN PENYULUHAN AGAMA ISLAM

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kehidupan beragama merupakan hak asasi setiap manusia. Bahkan hidup beragama adalah hak asasi yang paling asasi. Mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama Islam, jumlahnya diatas 90 % dari seluruih penduduk nusantara ini. Namun kita semua tahu dan sadar, dari 90 % tersebut yang benar-benar memahami, menghayati dan mengamalkan syariat Islam mengkin tidak lebih dari separonya.

Pemahaman masyarakat terhadap nilai –nilai dan ajaran Islam masih perlu ditingkatkan. Dan ini menjadi tanggungjawab serta kewajiban bersama bagi setiap muslim, ulama dan tokoh agama, serta pemerintah.

Lanjutkan membaca