KANWIL JATIM GELAR RAKOR PERSIAPAN MQK III

Untuk menyukseskan pelaksanaan Lomba Musabaqoh Qiroatil Kutub (MQK)  III, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Pondok Pesantren (ponpes) Nurul Khodim Paiton Probolinggo, Rabu (9/3).
Kepala Hubungan Masyarakat Kanwil Kemenag Jatim Dr Fatkhul Arif dikonfirmasi, Rabu (9/3) mengatakan, Ponpes Nurul Khodim Paiton dipilih sebagai tempat rakor, karena tahun ini Kabupaten Probolinggo ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan lomba MQK. “Lomba MQK ini merupakan acara tahunan, setiap tahun tempatnya berubah di kabupaten/kota se Jatim,” katanya.
Dia mengatakan,  rakor kali ini untuk membahas persiapan apa saja yang telah dilakukan panitia pelaksana dan apa saja yang perlu disikapi secara bersama-sama. Ini karena, pelaksanaan MQK kurang satu bulan lagi. Selain itu, dalam rakor ini juga dibahas beberapa permasalahan teknis perlombaan.
Persoalan teknis yang dibahas meliputi, tempat pelaksanaan lomba. peserta, dan dewan juri. Syarat tempat pelaksanaan yang dibutuhkan panitia harus representative (memadai) mengingat peserta lomba berasal dari perwakilan (kafilah) seluruh kabupaten/kota dan ditambah official (pendamping,). Selain tempat pelaksanaan  juga dibahas mengenai penginapan para peserta dan official. Penginapan ini dibutuhkan karena lomba dilaksanakan selama sembilan hari terhitung mulai 9-13 Mei.
Peserta yang MQK III yang sudah mendaftar di panitia tahun ini berjumlah 2.318 peserta. Peserta yang mendaftar merupakan perwakilan dari kabupaten/kota yang telah menjalani proses audisi oleh masing-masing kabupaten/kota. Sehingga dalam pelaksanaan lomba, peserta akan menunjukkan kemampuan terbaiknya untuk mengharumkan nama daerahnya. “Persaingan begitu ketat, dan ini yang diantisipasi panitia, supaya tetap kondusif. Karena ini kompetisi antar daerah untuk keluar menjadi yang terbaik tingkat provinsi,“ ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam rakor kali ini juga dibahas teknis kerjasama lintas sektor dengan pemerintah daerah (pemda) Probolinggo. Ini karena, panitia merencanakan acara pembukaan dilakukan di Alun-Alun Kota Probolinggo. Sehingga membutuhkan perizinan untuk tempat dan pengamanan dari pihak kepolisian. “Karena pelaksanaan banyak membutuhkan perizinan, jadi hari ini kita bekerjasama dengan pemkab untuk membahasnya,” katanya.
Masih kata Fatkhul, MQK merupakan lomba membaca kitab kuning yang bertujuan untuk mendorong kecintaan santri terhadap kitab rujukan berbahasa Arab serta kemampuan santri melakukan kajian agama Islam dari sumber kitab tersebut. Selain itu, MQK juga bertujuan menjalin silaturahmi antar pondok pesantren Jatim, serta meningkatkan peran lembaga pendidikan tersebut sebagai lembaga pendidikan Islam dalam mencetak kader ulama dan tokoh masyarakat masa depan.
Dia menjelaskan, kitab kuning di kalangan masyarakat pesantren dijadikan sebagai acuan utama dalam kehidupan sehari-hari. Terutama yang menyangkut masalah hukum ibadah atau ritual, akhlak atau perilaku, dan muamalah atau hubungan sosial. Perilaku itu tercermin dari cara mereka bersikap.
Sementara kitab kuning yang dikaji di pesantren, kebanyakan kitab-kitab karya para ulama Syafiiyah. Mulai dari kitab fikih tingkat dasar, seperti Safinatun Naja, Taqrib, Kifayatul Ahyar. Sedangkan menengah seperti Fathul Qarib, Fathul Wahab, Fathul Muin, Ianatuth Thalibin, Hasyiyah Bajuri, Muhazzab. Kemudian tingkat tinggi seperti Nihayatul Muhtaj, Hasyiyah Qalyubi Wa Umairah, Al-Muharrar, Majmu Syarh Muhazzab. Semuanya merupakan susunan para ulama Mazhab Syafii.
Kitab-kitab tersebut, berisi paparan mengenai hukum-hukum hasil ijtihad Imam Syafii, yang kemudian diuraikan lagi oleh para ulama pengikutnya dari abad ke abad. Hasil pemikiran ijtihad Imam Syafii sendiri, didiktekan (imla) kepada muridnya, Al-Buwaithi, yang menyusunnya lagi menjadi kitab Al-Umm (Induk). Dari Al-Umm inilah lahir kitab-kitab fiqh susunan para ulama Mazhab Syafii, baik yang ringkas dan tipis, seperti Taqrib karya Abu Suja, maupun yang panjang lebar dan tebal-tebal seperti Nihayatul Muhtaj karya Ar-Ramli, atau Majmu Syarah Muhazzab karya An-Nawawi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: