Tentang Kami

   Sekilas Sejarah Berdirinya Kantor Urusan Agama

Jauh sebelum bangsa Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia sudah mempunyai lembaga kepenghuluan yaitu semenjak berdirinya Kesultanan Mataram. Pada saat itu Kesultanan Mataram telah mengangkat seseorang yang diberi tugas dan wewenang khusus di bidang kepenghuluan. Pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda, Lembaga Kepenghuluan sebagai lembaga swasta yang diatur dalam suatu Ordonansi, yaitu Huwelijk Ordonantie S. 1929 No. 348 jo S. 1931 No. 467, Vorstenlandsche Huwelijk Ordonantie S. 1933 No. 98 dan Huwelijs Ordonantie Buetengewesten S 1932 No. 482. Untuk Daerah Vorstenlanden dan seberang diatur dengan Ordonansi tersendiri. Lembaga tersebut dibawah pengawasan Bupati dan penghasilan karyawannya diperoleh dari hasil biaya nikah, talak dan rujuk yang dihimpun dalam kas masjid.

Kemudian pada masa Pemerintah Pendudukan Jepang, tepatnya pada tahun 1943 Pemerintah Pendudukan Jepang di Indonesia mendirikan Kantor Shumubu (KUA) di Jakarta. Pada waktu itu yang ditunjuk sebagai Kepala Shumubu untuk wilayah Jawa dan Madura adalah KH. Hasyim Asy’ari pendiri Pondok Pesantren Tebuireng Jombang dan pendiri Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Sedangkan untuk pelaksanaan tugasnya, KH. Hasyim Asy’ari menyerahkan kepada putranya K. Wahid Hasyim sampai akhir pendudukan Jepang pada bulan Agustus 1945.

Sesudah merdeka, Menteri Agama H. M. Rasjidi mengeluarkan Maklumat No. 2, tanggal 23 April 1946 yang isi maklumat tersebut mendukung semua lembaga keagamaan dan ditempatkan kedalam Kementrian Agama.

Departemen Agama adalah departemen perjuangan. Kelahirannya tidak dapat dipisahkan dengan dinamika perjuangan bangsa. Pada saat bangsa ini berjuang mempertahankan kemerdekaan yang baru saja diproklamirkan, maka lahirlah Kementrian Agama. Pembentukan Kementrian Agama tersebut selain untuk menjalankan tugasnya sebagai penanggungjawab realisasi Pembukaan UUD 1945 dan pelaksanaan pasal 29 UUD 1945, juga sebagai pengukuhan dan peningkatan status Shumubu ( Kantor Urusan Agama Tingkat Pusat ) pada masa penjajahan Jepang.

Berdirinya Departemen Agama Republik Indonesia, tepatnya pada tanggal 3 Januari 1946. yang tertuang dalam Penetapan Pemerintah No. 1/SD Tahun 1946 tentang Pembentukan Kementrian Agama, dengan tujuan Pembangunan Nasional yang merupakan pengamalan sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Dengan demikian, agama dapat menjadi landasan moral dan etika bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan pemahaman dan pengamalan agama secara benar diharapkan dapat mendukung terwujudnya masyarakat Indonesia yang religius, mandiri, berkualitas sehat jasmani rohani serta tercukupi kebutuhan material dan spiritualnya.

Guna mewujudkan maksud tersebut, maka di Daerah dibentuk suatu Kantor Agama. Untuk di Jawa Timur sejak tahun 1948 hingga 1951, dibentuk Kantor Agama Provinsi, Kantor Agama Daerah (Tingkat Karesidenan) dan Kantor Kepenghuluan (Tingkat Kabupaten) yang merupakan perpanjangan tangan dari Kementrian Agama Pusat bagian B, yaitu : bidang Kepenghuluan, Kemasjidan, Wakaf dan Pengadilan Agama.

Dalam perkembangan selanjutnya dengan terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 517 Tahun 2001 tentang Penataan Organisasi Kantor Urusan Agama Kecamatan, maka Kantor Urusan Agama (KUA) berkedudukan di wilayah Kecamatan dan bertanggung jawab kepada Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota yang dikoordinasi oleh Kepala Seksi Urusan Agama Islam/Bimas Islam/Bimas dan Kelembagaan Agama Islam dan dipimpin oleh seorang Kepala, yang tugas pokoknya melaksanakan sebagian tugas Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota di bidang Urusan Agama Islam dalam wilayah Kecamatan. Dengan demikian,  eksistensi KUA Kecamatan sebagai institusi pemerintah dapat diakui keberadaannya, karena memiliki landasan hukum yang kuat dan merupakan bagian dari struktur pemerintahan di tingkat Kecamatan.

Sekilas Sejarah dan Perkembangan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sawahan

Kantor Urusan Agama ( KUA ) Kecamatan Sawahan berdiri pada tanggal 2 Januari 1964 yang pada awalnya bertempat di Jl. Bukit Barisan No. 14 Surabaya, yang merupakan kelanjutan dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kranggan yang di hapus terhitung mulai tanggal 31 Desember 1963 berdasarkan SP Departemen Agama Nomor 100 tanggal 28 Nopember 1963.  Kemudian pada tahun 1977 KUA Kecamatan Sawahan pindah ke Jl. Dukuh Kupang Timur X / 43-A Surabaya dan dalam perkembangan selanjutnya alamat tersebut berubah menjadi Jl. Dukuh Kupang Timur X/8 Surabaya yang berdiri diatas lahan seluas 614 M2 dan status tanahnya adalah tanah Negara ( Pemerintah Kota Surabaya ).

Kantor Urusan Agama ( KUA ) Kecamatan Sawahan mewilayahi 6 Kelurahan, yaitu:

1.      Kelurahan Pakis

2.      Kelurahan Putat Jaya

3.      Kelurahan Banyu Urip

4.      Kelurahan Kupang Krajan

5.      Kelurahan Petemon

6.      Kelurahan Sawahan

Walapun Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamtana Sawahan berdiri pada tahun 1964, namun Register Nikah (Akta Nikah) yang ada dan tersimpan dengan rapi sampai sekarang mulai tahun 1946 yang merupakan pelimpahan dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Kranggan. Dari tahun ketahun sejak berdirinya, KUA Kecamatan Sawahan mengalami peningkatan frekwensi pernikahan seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan penduduk yang sangat pesat walaupun hanya terdiri dari enam Kelurahan.

Perkembangan mutakhir dari KUA Kec. Sawahan seiring terbitnya KMA 477 Tahun 2004 tentang Pencatatan Nikah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : PER/62/M.PAN/6/2005 tentang Jabatan Fungsional Penghulu dan Angka Kreditnya, maka KUA Kec. Sawahan melaksanakan restrukturisasi sesuai acuan peraturan tersebut dengan struktur organisasi yang dipimpin oleh seorang Kepala, tiga orang tenaga fungsional penghulu dan dibantu enam tenaga tata usaha dengan kualifikasi pendidikan dan persyaratan lain yang sesuai dengan standart tugasnya masing-masing. Disamping itu, guna memaksimalkan tugas pokok dan fungsi KUA Kecamatan, maka masing-masing pegawai KUA Kecamatan Sawahan memiliki bidang tugas masing-masing yang terintegrasikan dalam suatu prinsip memberikan pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat secara maksimal, sehingga dengan demikian diharapakan KUA Kec. Sawahan sebagai salah satu ujung tombak Kantor Dep. Agama Kota Surabaya dapat menjalankan tupoksinya dengan baik dan memuaskan.

Disamping pembenahan kedalam, di bidang fisik KUA Kec. Sawahan juga mengalami beberapa kali renovasi, yaitu pembangunan pertama dilakukan pada tahun 1978, kemudian pada tahun 2000 dilakukan perluasan pembangunannya oleh Bp. Drs. H. Moh. Shoheh selaku Kepala KUA periode 1998-2001, yang kemudian diteruskan oleh Bp. Drs. H. Masjhud, SH selaku Kepala KUA periode 2001-2004 dan disempurnakan pembangunnya oleh Bp. Drs. H. Moh. Rofiqin, MA yang menjabat sebagai Kepala KUA Kec. Sawahan mulai tahun 2004 hingga sekarang, sehingga tampak anggun dan megah sekali gedung KUA Kec. Sawahan saat ini.

Heteroginitas dan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi dengan kondisi ekonomi mayoritas menengah kebawah ditambah lagi dengan adanya  tempat lokalisasi, benar-benar merupakan suatu tantangan yang tidak ringan bagi Kantor Urusan Agama Kecamatan Sawahan untuk mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat untuk sadar dan menjalankan kehidupan ke arah jalan yang benar yang diridloi oleh Allah SWT. Oleh karena itu, kerap kali KUA Kec. Sawahan dijadikan sebagai laboratorium sosial bagi mahasiswa-mahasiswa yang akan menyelesaikan tugas akhirnya untuk membuat skripsi. Diantara kajian ilmiyah yang pernah dilakukan adalah dari mahasiswa Universitas Airlangga yang meneliti tentang aspek-aspek yang mempengaruhi kecenderung orang terjun di dunia prostitusi, yang pada kesimpulan disebutkan beberapa aspeknya adalah rendahnya tingkat keimanan dan aplikasi agama dalam kehidupan, faktor ekonomi, tidak mampu menjaga virginitasnya dan keinginan mencari uang secara mudah. Penelitian berikutnya yang baru saja dilakukan pada akhir tahun 2006 oleh mahasiswa dari Universitas 45 Surabaya yang meneliti tentang pengaruh terhadap kehidupan anak bagi orang tua yang bercerai karena ditinggal mati dan bercerai di Pengadilan Agama dengan kesimpulan akhir anak merasa kehidupannya lebih tenang dan baik bila orang tuanya bercerai karena kematian salah satu orang tuang. Adapun proposal permohonan untuk meneliti yang baru diterima oleh KUA Kec. Sawahan pada tahun 2007 datangnya dari dosen IAIN Supel Surabaya yang meneliti tentang nilai Islam dan virgin dalam kehidupan remaja pra nikah. Karenanya, KUA Kec. Sawahan sebagai institusi pemerintah yang mengemban amanat untuk melakukan pembangunan di bidang agama secara aktif selalu memberikan informasi yang benar dan memberikan arahan-arahan atau bahan telaahan untuk dijadikan bahan analisis bagi para peneliti, sehingga diperlukan personel KUA yang mempunyai daya intelektual yang memadai dan nilai moral yang baik.

Mengingat tingginya tantangan dan luasnya kompleksitas problem yang dihadapi baik oleh pemerintah maupun masyarakat di wilayah Kecamatan Sawahan, yang salah satu unsur analisisnya dapat terlihat dari jumlah nikah-rujuk rata-rata setahun mencapai 1.300 peristiwa dan jumlah talak-cerai mencapai rata-rata 120 peristiwa pertahun atau sekitar 9,2 %, disamping itu kondisi sosio-ekonomi dan kultural masyarakatnya yang dinamik-heterogen dan “kaku-kasar” ala suroboyoan asli dengan tingkat kepadatan penduduk yang melebihi kapasitas ideal suatu wilayah yaitu berpenduduk 217.688 jiwa dengan luas wilayah 764,46 ha, maka Kantor Dep. Agama Kota Surabaya dalam menerjunkan personelnya untuk berdinas di KUA Kec. Sawahan selalu menyaring dan menganalisis secara mendalam dari berbagai aspek kredibilitasnya agar didapatkan personel KUA Kec. Sawahan yang mempunyai kapabilitas yang handal dan mampu memberikan perubahan pada masyarakat. Dengan demikian, diharapkan Tupoksi KUA Kec. Sawahan dapat berjalan dengan baik dan memuaskan.

Disamping itu, guna menunjang kenyamanan dan kepuasan pelayanan, maka KUA Kec. Sawahan juga menyediakan berbagai ruangan, yaitu : halaman parkir yang luas dan asri, ruang tunggu yang nyaman dilengkapi dengan bahan bacaan dan minuman, ruang Kepala KUA, ruang PPAI, Balai Nikah, ruang Penghulu, ruang Tata Usaha, ruang SIMKUA, ruang BP-4, ruang Pembantu Penghulu, ruang Perpustakaan, Aula Pertemuan dan Pembinaan, ruang Arsip, Gudang, Mushalla dan ruang Resepsionis yang selalu memberikan informasi dan petunjuk secara cepat dan tepat serta kamar kecil dan WC.

Disetiap ruangan dilengkapi dengan berbagai sarana-prasarana pendukung guna mempercepat akses dan memberikan pelayanan yang cepat dan memuaskan, yaitu; tiga buah computer; dua buah computer untuk pelayanan beserta printernya masing-masing dan sebuah computer khusus untuk program SIMKUA, satu set sofa, satu set meja resepsionis, satu set almari arsip Register Nikah, 7 buah almari arsip, satu set almari perpustakaan, 5 buah filling cabinet, 13 buah meja kerja beserta kursinya, 22 buah kursi tamu untuk pelayanan dan satu set meja dan kursi untuk prosesi pernikahan di Balai Nikah serta satu set meja dan 54 buah kursi untuk di Aula pertemuan, Pesawat Telpon, TV, PDAM dan beberapa fasilitas lain yang mendukungnya.

Sepanjang tahun 2004 sampai dengan Maret 2007 pelayanan yang diberikan oleh KUA Kec. Sawahan dapat dirasakan memuaskan oleh masyarakat. Hal itu terbukti dari berbagai ungkapan masyarakat, diantaranya; mestinya yang harus menunggu Bapak Penghulu itu calon pengantinnya, namun sekarang malah Bapak Penghulu yang menunggu mantennya” dan ketika mengurus surat rekomendasi, duplikat nikah atau surat keterangan dan sejenisnya dan kemudian diinformasikan bahwa surat yang diperlukan dapat diselesaikan secepatnya dalam waktu kurang dari 10 menit, mereka kebanyakan kaget dan heran serasa senang atas pelayanan tersebut dengan berkata; “al-hamdulillah sekarang pelayanan KUA bisa cepat dan tidak berbelit-belit”.

Semua perasaan yang dirasakan oleh masyarakat tersebut tentu saja bukan tanpa suatu usaha dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, namun berkat usaha yang sungguh-sungguh dalam mereformasi sistem birokrasi yang selama ini dinilai berbelit-belit dan memakan waktu yang panjang dengan;

1.      Mendelegasikan setiap tugas pelayanan pada masyarakat kepada masing-masing pegawai.

2.      Membuat jadwal pernikahan berikut petugas penghulunya secara periodik setiap hari, sehingga tidak terjadi penumpukan pelayanan nikah pada salah satu penghulu saja.

3.      Membekali setiap penghulu dan pegawai wawasan tugasnya masing-masing berikut aspek hukum dan prosedur hukumnya.

4.      Kepala KUA selalu memonitoring setiap hari dan memberikan arahan terhadap beban tugas yang diberikan kepada setiap pegawai.

5.      Setiap pegawai diberikan kewajiban untuk berupaya memberikan kemudahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sepanjang seluruh persyaratan administratifnya telah dipenuhi berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Periode Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Sawahan

Kantor Urusan Agama ( KUA ) Kecamatan Sawahan sejak terjadi peralihan pada tahun 1963 dan ditetapkan berdirinya pada tanggal 2 Januari 1964 telah mengalami beberapa kali pergantian Kepala sebagai berikut :

NO

N  A  M  A

PERIODE

KETERANGAN

1

H. M. SAMAWI

1956 – 1960

Pensiun

2

H. MOH. BADJOERI

1960 – 1969

Pensiun

3

H. ABD. MANAN HANAFI

1970 – 1971

Pensiun

4

H. MOH. QOMAR

1971 – 1975

Pensiun

5

Drs. H. M. ROGHIB RIDWAN

1975 – 1978

Pensiun

6

H. MURSJID

1978 – 1982

Pensiun

7

H. RIWI BAMBANG SUKOTJO

1982 – 1985

Pensiun

8

H. MOCH. SUBECHI

1986 – 1993

Pensiun

9

Drs. H. IMAM SAFANGAT

1994 – 1995

Pensiun

10

Drs. H. A. SJAKUR

1995 – 1998

Pensiun

11

Drs. H. MOH. SHOHEH

1998 – 2001

Pindah di KUA Kec. Wonocolo
12

Drs. H. MASJHUD, SH

2001 – 2004

Pindah di KUA Kec. Krembangan
13

Drs. H. MOH. ROFIQIN, MA

2004 –  2009

Pensiun

13

Drs. MUHASIN

2009 –  Sekarang

-

 

Alamat:
JL. DUKUH KUPANG X/8
TELP. 5688132

23 responses to this post.

  1. Assalamu’alaikum..
    Salam silaturahim dr KUA Purbalingga (Jateng)
    Kunjungi web kami juga di http://www.kuakecamatanpurbalingga.co.cc/
    Sedikit saran : blog KUA Sawahan agar ditambahkan web link KUA yang lain
    Terimakasih,semoga KUA Sawahan semakin maju

    Balas

  2. Posted by vandis on 20/04/2011 at 3:20 am

    kenapa sih biaya nikah kok mahal banget padahal aturan cuma 30rb coba kasih penjelasan ama masyarakat luas

    Balas

    • Mas Vandis yang baik, biaya menikah Rp.30.000 itu bila akad nikah dilakukan di kantor KUA, dinikahkan oleh orang tua yang bersangkutan, dan membayar biaya administrasi nikah sebesar Rp. 30.000 ribu ke nomer rekening yang ditunjuk penghulu.
      Demikian kiranya bisa difahami dengan baik

      Balas

  3. Posted by ira on 13/08/2011 at 11:34 am

    Mohon info, bagaimana jika salah satu catin wanita beragama non muslim dan mengikuti keyakinan suami. Apakah bisa sekalian diuruskan suratnya oleh KUA? Berapakah biayanya apabila menikah di balai nikah KUA dan dinikahkan oleh wali hakim?

    Balas

    • Untuk administrasi KUA, silahkan diurus dahulu: 1- Harus ikrar masuk Islam dari masjid yang mempunyai blangko masuk Islam (misal Masjid Rahmad Kembang Kuning). 2- Silahkan diurus surat-suratnya mulai dari RT, RW, Kelurahan terkahir KUA.
      Untuk Biaya PENCATATAN Rp. 30.000, dengan catatan dinikahkan oleh walinya sendiri, di balai KUA, pada hari kerja, dan harus menyetor ke Bank BNI sendiri biaya Rp.30.000 tersebut.

      Balas

  4. Posted by hary on 14/10/2011 at 2:19 am

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Saya warga surabaya menikah diluar kota, sehingga surat nikah dr KUA setempat..Apa bs mengurus perceraian di KUA kecamatan sesuai KTP (Surabaya) ????

    Balas

    • Wa’alaikum salam. wr wb. Mengurus perceraiain itu berdasarkan domisili yang bersangkutan yang dibuktikan dengan KTP. Sehingga bila anda ber KTP Surabaya, maka bisa mengurus perceraian di Pengadilan Agama Surabaya , Jl Ketintang Madya (Belakang Jawapos Karah).

      Balas

  5. Posted by alin on 05/12/2011 at 4:28 am

    Sy alin dari bandung,sy mau nikah sma WNA,Dan sy mau jd kristian.sy mau nikah di Surabaya.apa Kua Bpk bisa mngrusnya???

    Balas

    • Untuk pemeluk agama non Islam semua pencatatan nikah ada di catatan sipil Surabaya, sebelah SAMSAT jl. Kertajaya. Dan kemudian harus ada ijin dari kedutaaan WNA yg bersangkutan

      Balas

  6. Posted by kartono on 06/12/2011 at 10:51 am

    bagaimana kalau sudah punya anak usia 19 tahun tapi orang tuanya belum menikah secara resmi di pengadilan agama, apa bisa anak mengurus akta kelahiran dan muncul kedua orang tuanya? apabila tidak bisa bagaimana solusinya?, mohon bantuan informasi terimakasih

    Balas

    • Supaya anak bisa masuk ke akte kelahiran dan kedua nama orang tua tercatat sebaiknya anda menuju ke pengadilan agama untuk mendaftarkan “itsbatun nikah”

      Balas

  7. Posted by kartono on 06/12/2011 at 10:55 am

    bagaimana kalau menikah secara resmi apa bisa nanti akta kelahiran anak tersebut bisa muncul kedua orang tuanya?

    Balas

    • Supaya anak bisa masuk ke akte kelahiran dan kedua nama orang tua tercatat sebaiknya anda menuju ke pengadilan agama untuk mendaftarkan “itsbatun nikah”

      Balas

  8. Posted by kartono on 06/12/2011 at 11:10 am

    Bagaimana kalau seorang istri meninggalkan suami dan surat nikahnya dibawa semua dan sudah tidak diketahui keberadaannya, semua keluarganya tidak mau memberitahu dan masalah ini sudah 12 tahun, dan suaminya sudah berusaha minta duplikat suratnikah ke KUA tempat menikah tapi tidak bisa karena gak punya bukti foto kopynya.
    yang saya tanyakan, bisa gak menikah lagi dengan perempuan lain meskipun tidak ada surat cerai, karena kalau tidak bisa apa boleh melakukan nikah siri? mohon petunjuk trimakasih

    Balas

    • Waalaikum salam wr wb.
      Untuk melakukan pernikahan lagi harus ada surat cerai, dan menikah sirri tidak dibenarkan menurut undang-undang KMA no 1 th 74. Silahkan anda meminta surat keterangan “pernah menikah” di KUA tersebut dan kemudian dibawa ke pengadilan.
      wass

      Balas

  9. Posted by fang on 21/06/2012 at 9:18 am

    Assalamualaikum…
    Pak saya mohon sarannya, calon saya WNA malaysia, kami mau menikah di surabaya, karena calon saya muslim saya ikut muslim juga tapi surat pengesahan saya jadi musilm di malaysia, tapi masalahnya ortu saya tidak menyetujui pernikahan saya krn mereka non muslim, mengingat umur saya tahun depan baru 21 th, harus ada ijin ortu? tanpa ijin ortu/diwakilkan apa bisa? apa saya bisa minta perlindungan hukum, apa bila ortu saya mau membatalakan akad nikah nanti? saya bisa minta tolong surat-surat apa yg harus saya lengkapi. saya kesulitan minta surat keterangan dari RT/RW domisili KTP saya, karena intervensi ortu saya, apa bisa tanpa surat pengantar RT/RW? biaya yg dibutuhkan berapa? terimakasih sebelumnya.

    Balas

    • Wa’alaikum salam. wr.wb
      Kalau menikah dengan WNA wajib disertakan fotokopi paspor, identitas WNA, & surat-suratnya dari kementerian Malaysia

      Balas

  10. Posted by fuad on 12/07/2012 at 12:01 pm

    assalamu ‘alaikum,,,
    saya butuh bantuan informasi dr KUA sawahan krn sy termasuh warga kecamatan sawahan. dlm wkt dekat ini sy mau melagsugkan pernikahan keluar kota dan sy mau minta surat rekomendasi numpang nikah d daerah yg sy tempati untuk melgsugkan pernikahan. apa saja syarat-syaratnya n brp biaya yg hrs sy keluarkan di KUA sawahan?, trims mhon penjelasannya yg sesuai dgn peraturan KUA”

    Balas

    • Wa’alaikum salam
      Syarat untuk mengajukan surat rekomendasi adalah :
      1- Surat persyaratan nikah dari kelurahan (catin laki dan catin perempuan)
      2- Fotokopi Ijazah terakhir
      3- Fotokopi KK
      4- Fotokopi Akte kelahiran (bila ada)

      Balas

  11. Posted by elok on 10/07/2013 at 2:08 pm

    Halo saya mau menikah dalam waktu dekat, karena saya domisili di jakarta sekarang tp KTP masih kecamatan sawahan, dan nikah di surabaya, akad saya insyaallah dilaksungkan di masjid agung, apakah pengurusan kua di dekat masjid tersebut atau di sawahan sesuai ktp?

    Saya perlu membawa dokumen apa saja untuk kelengkapan tersebut? Apakah data catin pria saya juga harus bawa atau cukup data catin wanita saja?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: